Lebah merupakan serangga yang tidak asing kita lihat dan kita dengar lagi. Lebah sering kita lihat ketika kita berada di taman atau di hutan yang kaya akan tumbuhan dan bunga bunga an. Lebah tergolong dalam insecta dan hidup berkelompok ( berkoloni ) dan membuat sarang.
Klasifikasi
Klasifikasi Lebah Madu
Kerajaan :
Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Apidae
Genus : Apis
Spesies : Apis andreniformis, Apis cerana, Apis dorsata, Apis florae, Apis koschevnikovi, Apis laboriosa, Apis mellifera
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Apidae
Genus : Apis
Spesies : Apis andreniformis, Apis cerana, Apis dorsata, Apis florae, Apis koschevnikovi, Apis laboriosa, Apis mellifera
https://bukuteori.com/2017/09/16/klasifikasi-dan-morfologi-lebah-madu/
Habitat
Lebah dapat hidup dimana saja di dunia kecuali di daerah
kutub es. Mengapa ? karena disana tidak terdapat tumbuhan yang mana lebah
tersebut memperoleh nectar sebagai makanan dari tumbuhan. Selain itu di daerah
yang memiliki 4 musim (sub tropis ) lebah agak sulit berkembang dengan baik,
karena adanya musim dingin yang mengakibatkan tumbuhan banyak yang mati
sehingga lebah tidak dapat mendapatkan makanannya. Selain itu suhu yang dingin
dapat membunuh lebah-lebah tersebut jika keluar dari sarang. Oleh karena itu
lebah akan berhibernasi yang mana mengakibatkan perkembangan lebah tersebut
terganggu dibandingkan di daerah tropis yang tidak memiliki musim dingin.
Lebah dapat memiliki sarang di gua-gua , di belahan pohon,
dibawah atap ,stup atau dimana saja yang tidak terkena air hujan. Stup merupakan
tempat buatan untuk lebah bersarang di dalamnya. Ini biasanya dijumpai di
peternakan peternakan lebah.
Metamorphosis lebah
lebah merupakan
serangga yang memiliki metamorphosis yang sempurna. Yaitu telut,larva ,pupa dan
lebah dewasa.
1.
Telur
Ratu lebah akan menghasilkan
ribuan telur perharinya. Setelah ratu lebah menghasilkan telur. Lebah lebah
pekerja mengambil dan meletakkannya pada sarang yang telah dibentuk sebelumnya.
2.
Fase larva
Setelah kurang lebih 3 hari,
telur telur lebah tersebut akan menjadi salah satu dari 3 jenis lebah yaitu,
lebah pekerja ( paling banyak ) , lebah jantan dan lebah ratu (paling sedikit).
Dalam pertumbuhannya larva lebah akan mengalami instar yaitu pertukaran kulit.
Larva lebah tumbuh dengan cepat
dan makan dengan rakus. Beberapa sumber mengatakan bahwa larva lebah akan makan
bahkan sampai 1300 dalam sehari untuk mencukupi pertumbuhannya. Dan ia tumbuh
1570 kali dari ukurannya semula dalam kurun waktu 5 hari. Ketika larva telah
tumbuh besar dan siap untuk menjadi pupa, lebah lebah pekerja akan menutupinya
dengan lilin.
3. Fase Pupa
1.
Pada metamorfosis
lebah, fase pupa (kepompong) berlangsung selama 12
hari. Dalam waktu tersebut, larva lebah mengalami banyak pembentukan dan
penyempurnaan organ-organ baru. Mata, kaki, dan sayap-sayapnya mulai terbentuk.
Mata larva yang awalnya berwarna merah muda berubah menjadi ungu dan kemudian
berubah kembali menjadi hitam. Di akhir hari ke 12, bulu-bulu halus ditubuh
lebah muda mulai tumbuh. Ia kemudian memakan lilin lebah yang tadinya berfungsi
sebagai segel kepompongnya. Setelah semua lilin tersebut termakan habis, lebah
kemudian keluar dari sarangnya dan melanjutkan fase metamorfosisnya sebagai
seorang lebah sesungguhnya.
2.
4.
Fase Imago (Lebah Dewasa)
3.
Dari fase pupa, proses metamorfosis lebah
dilanjutkan dengan fase imago. Lebah keluar dari sarangnya bisa sebagai lebah
pekerja, lebah prajurit, maupun ratu lebah. Masing-masing jenis lebah tersebut
memiliki peran yang berbeda. Lebah pekerja bertugas membuat sarang dan mencari
makanan, lebah prajurit menjaga keamanan sarang, sementara lebah ratu bertugas
melakukan reproduksi. Lebah ratu dalam hal ini adalah modal utama sekumpulan
lebah untuk melanjutkan keturunannya, oleh karena itu para lebah pekerja dan
lebah prajurit akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga ratunya agar tidak
sampai mati. [Baca Juga : Proses Metamorfosis Capung]
< a name ="akhir"> [menuju awal]
Comments
Post a Comment